Jalan-Jalan Mudik Lebaran 2016 (9): Kalibiru

Hari Kamis adalah hari terakhir di kampung halaman sebelum besok memulai perjalan kembali ke Jambi. Agenda hari ini ke naik-naik ke puncak gunung lagi sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga Pakdhe di Desa Kalibiru. 10 tahun yang lalu orang luar Kulonprogo mungkin tidak tahu dimana itu Kalibiru tapi sekarang tempat itu menjadi terkenal sejak dijadikan desa wisata. Foto-foto indahnya memenuhi medsos menjadikan orang yang belum pernah datang penasaran untuk melihat langsung.

Kalibiru ini adalah desa kelahiran almarhumah ibu saya, jadi banyak keluarga yang tinggal di wilayah ini. Dulu terutama waktu kecil saya paling tidak setahun sekali yaitu pada saat lebaran selalu berkunjung kesini. Rumah Pakdhe yang akan saya kunjungi ini tepat berada di depan pintu masuk ke obyek wisata Kalibiru. Sejak dijadikan desa wisata, ini adalah kali kedua saya berkunjung kesini, sebelumnya 3 tahun yang lalu.

100_0844
Ini foto 3 tahun yang lalu, saat lebaran juga.

Read More »

Jalan-Jalan Mudik Lebaran 2016 (8): Ketep Pass & Desa Wisata Nglinggo

Setelah kemarin cukup nyantai, hari ini kembali jalan-jalan lagi… Kalau kemarin lusa ke pantai, kali ini ke gunung. Tujuannya adalah Ketep Pass di Magelang dan Desa Wisata Nglinggo di Kulonprogo. Yang pertama kami tuju adalah Ketep Pass. Kali ini bapak yang ikut karena belum pernah ke Ketep, pengen lihat katanya. Ya, seperti yang pernah saya bilang, meskipun sudah sepuh, bapak masih semangat kalau jalan-jalan.

Berangkat agak siang sekitar jam 10 karena bapak ada perlu dulu, jadinya menjelang tengah hari baru sampai. Lokasi berada di tengah-tengah Gunung Merapi dan Merbabu dengan ketinggian 1.200 mdpl, meskipun begitu jalan kesana tanjakannya nggak terlalu tinggi dan ekstrem, kendaraan seperti bis juga bisa sampai kesana. Jalan dari Muntilan menuju Ketep Pass juga bagus dan cukup lebar, beberapa bagian belum lama selesai di cor. Dari Ketep Pass, jika cuaca sedang cerah kita bisa melihat 5 gunung sekaligus yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Slamet. Tiket masuk ke lokasi sekaligus museum adalah Rp.7.000,- per orang.

20161119_170953-640x480

20160713_131828

Read More »

Jalan-Jalan Mudik Lebaran 2016 (7): “Numpak Kol”

Setelah Senin kemarin jalan-jalan ke pantai, Hari Selasa ini nggak ada agenda jalan-jalan, rencananya hanya nyuci mobil saja. Udah dipakai kemana-mana dan apalagi kemarin habis dari pantai, nggak enak sama yang punya hehehe….

Hari ini hari pertama cucian buka setelah libur lebaran, semoga nggak ngantri banyak, Nashwa mau saya ajak biar saya ada temannya dan nanti sekalian pesan tiket Prameks. Dan ternyata antrinya lumayan banyak, ada 3 mobil yang belum dicuci.

Awalnya mau nunggu tapi pasti lumayan lama ini apalagi orang sebelah ngrokok pula, aduh nggak nyaman blas kalo gini. Saya punya ide beli tiket Prameks dulu, naik angkudes ke stasiunnya. Waktu saya sampaikan ke Nashwa dan dia mau saja, oke deh… Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya angkudesnya datang. Di sini orang menyebut angkutan ini “kol”, mungkin karena awalnya banyak menggunakan mobil Mitsubishi jenis “Colt Diesel”, jadinya biar gampang disebut “kol”. 😀

Read More »

Jalan-Jalan Mudik Lebaran 2016 (2): Gua Kebon

Di rumah mbahnya Nashwa, lebaran masih sekitar seminggu lagi. Puasa-puasa gini nggak mungkin mau jalan-jalan, bisa sih tapi gak bisa maksimal. Tapi sekitar 5 kilometer dari rumah ada obyek wisata yang dulu saya pernah kunjungi sekali thok pada saat SMP kalo nggak salah, namanya Gua Kebon. Sesuai namanya, di tempat ini  sesuai namanya terdapat gua dan juga terdapat air terjun dengan tinggi sekitar 3 atau 4 meter. Kata “kebon” dalam bahasa setempat artinya pekarangan. Nah karena berada di pekarangan, makanya dinamakan Gua Kebon. Dari postingan di medsos, saya tahu tempat itu sekarang sudah dipercantik, berbeda dengan dulu yang hanya seadanya. Karenanya saya penasaran untuk melihat langsung. Toh Cuma dekat ini, puasa gini nggak masalah.

Read More »

Google Street View, Asik Coy….!!!

Google Map, ya benda ini populer karena sangat membantu untuk mencari suatu alamat. Salah satu fitur yang bisa dibilang baru di Indonesia adalah Street View. Kota di Indonesia masuk ke dalam street view baru pada Bulan Agustus 2014 yang lalu dan itupun baru di Jabodetabek, Surabaya, Bogor dan Bali. Apa itu street view? Street View adalah fitur di dalam Google Map yang memungkinkan kita bisa melihat pemandangan di sekitar jalan dengan view 360 derajat. Kita bisa melihat ke depan, ke kanan, kiri dan belakang. seolah-olah kita benar-benar sedang berada di lokasi tersebut.

Bagaimana foto di sekitar jalan bisa direkam? Google menggunakan mobil yang diatasnya dilengkapi dengan kamera berbentuk mirip bola yang bisa merekam gambar dari segala sisi alias 360 derajat. Mobil tersebut lalu berkeliling untuk merekam gambar. Dengan alasan privasi, beberapa hal harus dikaburkan gambarnya seperti wajah orang, nomor polisi kendaraan, nomor telepon, dan lain-lain.

mobil google
Ini mobil yang digunakan untuk mengambil gambar (Foto: Tribunnews)

Dan di pertengahan tahun 2015 ini kota/daerah yang telah masuk ke dalam street view bertambah sangat banyak. Pada awal tahun ini memang banyak ditemui mobil Google yang sedang berkeliling di berbagai daerah di Indonesia. Kalo kita cek, wilayah Pulau Jawa, Bali dan Lombok sudah sangat banyak wilayah yang direkam. Sedangkan Pulau Sumatera baru di Kota Bandar Lampung, Palembang dan sepanjang jalan Lintas Tengah Sumatera sampai ke Pekanbaru dan Medan.

Dan yang bikin surprise, di Pulau Jawa ternyata nggak cuma jalan-jalan besar di kota saja yang direkam, gang-gang kecil bahkan sampai ke pelosok desapun direkam juga! Keren peke bingit…! Dan rumah tempat saya tumbuh dan besar ikut terekam juga, pas pula bapak saya ada di depan rumah. Bagi orang seperti saya yang terpisah ribuan kilometer dari kampung halaman, street view ini bisa jadi tombo kangen.

street nagung
Nggak sampe 2 km lagi sudah sampai rumah
street panjatan
Rumah di Panjatan, Kulon Progo

Saya juga mencoba mengintip tempat kos waktu di Semarang dulu. Cuma kos pertama saja yang ada, kos kedua dan ketiga belum dilewati itu mobil. Nampak kos-nya sepi, ya masa kejayaan usaha kos-kosan disekitar situ sudah lewat sejak pindahnya kampus Undip ke lokasi yang baru di Tembalang. Kampus lama di Pleburan hanya untuk program pascasarjana saja, ya tentu saja mahasiswanya hanya sedikit.

street kosan
Kos-kosan di Semarang yang dulu selain dipenuhi anak kos, juga dipenuhi kucing… 😛

Asik juga touring dengan street view ini… Semoga jangkauannya semakin luas… Apakah rumahmu nampang juga di street view?