#Trip2Batam (7): Masjid Muhammad Cheng Hoo

Mengunjungi Masjid Muhammad Cheng Hoo atau singkatnya Masjid Cheng Hoo di Batam tidak masuk dalam daftar karena saya memang tidak tahu jika ada masjid ini di Batam. Begini ceritanya, saat menjelang Sholat Jum’at ada pengumuman bagi peserta yang akan menunaikan Sholat Jum’at akan diantar jemput oleh pihak hotel, tempat sholatnya di Masjid Cheng Hoo.

Mendengar Masjid Cheng Hoo saya jadi tertarik, memang ada ya Masjid Cheng Hoo Batam? Kok saya tidak tahu, atau saya yang kurang piknik? Sambil menanti mobil pengantar datang, saya berusaha mencari tahu tentang masjid Cheng Hoo ini. Masjid ini ternyata masih baru yang dibangun untuk mengenang jejak pelayaran Cheng Hoo di Batam dan diresmikan pada tanggal 22 Februari 2015 oleh Menko Kemaritiman bersama dengan Menteri Pariwisata, sekaligus peluncuran jalur wisata Cheng Hoo di Indonesia. Batam menjadi satu dari sembilan tempat di Indonesia yang diresmikan sebagai jalur wisata Cheng Hoo. Delapan tempat lainnya adalah Banda Aceh, Belitung, Palembang, Jakarta, Cirebon,  Semarang, Surabaya dan Denpasar.

Siapa itu Cheng Hoo? Cheng Hoo adalah seorang pria muslim yang berasal dari suku bangsa Hui, salah satu suku bangsa minoritas di Cina yang menjadi seorang Laksamana. Cheng Hoo memimpin misi pelayaran selama 28 tahun dari kurun waktu 1405 – 1433 dan di Indonesia dia mendarat sampai beberapa kali. Misi utama pelayarannya adalah perdagangan, diplomatik dan perdamaian. Ini yang menjadikan kedatangan Cheng Hoo diterima dengan baik di banyak tempat dan masyarakat menghormatinya.

Menggunakan minibus, kami diantar ke masjid tersebut yang berjarak sekitar 1 km dari hotel. Masjid masih berada di kompleks kawasan hunian, bisnis dan hiburan yang diberi nama Golden City, dimana Hotel Golden View menjadi salah satu bagian dari Golden City ini yang berada di Jalan Bengkong Laut, Batam, Kepulauan Riau.

20170324_120136

20170324_120208

20170324_124620

20170324_120350

20170324_124537

20170324_124640
Saat bubaran Sholat Jum’at

Masjid kental dengan desain arsitektur khas Cina dengan didominasi warna merah menyala dan kuning serta hijau. Masjid berdiri di atas tanah seluas 40 x 40 meter, namun bangunan masjid hanya berukuran sekitar 10 x 10 meter. Ruang utama sholat hanya terdiri dari 5 shaf saja dengan kapasitas 180 jemaah saja. Karena sedang pelaksanaan Sholat Jum’at, jadinya saya kurang leluasa untuk mengambil foto.

Masjid ini bentuknya dibuat menyerupai Masjid Cheng Hoo yang berada di Surabaya. Dari artikel di Wikipedia disebutkan ukuran Masjid Cheng Hoo di Surabaya adalah 11 x 9 meter. Masjid memiliki delapan sisi dibagian atas bangunan utama. Ketiga ukuran atau angka itu ada maksudnya. Maknanya adalah angka 11 untuk ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 melambangkan Wali Songo dan angka 8 melambangkan Pat Kwa (keberuntungan/ kejayaan dalam bahasa Cina). Bisa jadi ukuran Masjid Cheng Hoo di Batam ini juga sama dengan di Surabaya.

Masjid_Muhammad_Cheng_Ho_2
Masjid Cheng Hoo Surabaya (sumber)

Di samping masjid ada bangunan terbuka seperti aula dengan sebuah ruangan yang mungkin itu adalah kantor/sekretariat masjid. Atau malah semacam museum ya? Saya tidak sempat kesitu, takut ditinggal mobil penjemput soalnya hehehe….

20170324_124937
Tarik om, sudah penuh penumpangnya…. 😀

Selain masjid Cheng Hoo, di kompleks Golden City juga ada replika kapal yang dipakai Cheng Hoo untuk berlayar. Tetapi lokasinya terbilang cukup jauh jika berjalan kaki, sedangkan akses transportasi umum sepertinya belum tersedia.

20170325_081402
Peta kompleks Golden City. Masjid Cheng Hoo ada sebelah kiri dengan atap warna merah (nomor 28)
chengho-03
Replika Kapal yang dipakai Laksamana Cheng Hoo berlayar (sumber)

Yang benar Cheng Hoo atau Cheng Ho? Banyak artikel menulis Cheng Ho tapi di papan nama masjid tertulis Cheng Hoo.

Iklan

3 thoughts on “#Trip2Batam (7): Masjid Muhammad Cheng Hoo

  1. […] Hotel ini jadi satu dengan kompleks Golden City yang terdiri dari kawasan hunian, bisnis dan hiburan. Di kawasan Golden City yang terdapat di tepi laut ini terdapat berbagai wahana, seperti wisata dan olah raga, arena go kart, flying fox, food court dan lain-lain termasuk replika kapal Cheng Hoo dan Masjid Cheng Hoo (baca disini) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s