#Trip2Batam (6): Masjid Jabal Arafah

Selain Masjid Raya Batam, Masjid Jabal Arafah adalah masjid lain yang muncul ketika saya mengetik “masjid di batam” di google. Hasil membaca-baca artikel tentang Masjid Jabal Arafah, masjid ini menarik dan layak dikunjungi. Masjid Jabal Arafah adalah milik sebuah yayasan yang namanya sama dengan nama masjid dengan donatur utama Bapak Asman Abnur yang merupakan seorang pengusaha di Batam yang juga mantan wakil Walikota Batam dan kini menjabat Menteri PAN dan RB.

Masjid berada di sebuah bukit tepat di samping Mall Nagoya Hill. Waktu keluar dari Mall Nagoya Hill dan terdengar kumandang azan Sholat Ashar, saya segera bergegas menuju masjid tersebut. Begitu memasuki kawasan masjid, aura sejuk dan tenang segera terasa. Kontras dengan hiruk pikuk kesibukan bisnis di kawasan Nagoya. Masjid ini seakan menjadi oase di kawasan Nagoya. Tidak salah saya mengunjungi masjid ini, bahkan sampai dua kali. Kunjungan kedua adalah pada malam berikutnya.

20170323_152111
Jalan depan masjid sudah hijau dan sejuk suasananya

Kompleks masjid dibuat berundak-undak mengikuti kontur tanah yang miring. Di posisi paling bawah terdapat pertokoan komersial dan minimarket. Di undakan kedua terdapat kafe, tempat penitipan barang dan sepatu/sandal, tempat wudhu dan pintu lift menuju menara. Dan di undakan ketiga adalah bangunan utama masjid. Yang paling menonjol dari masjid ini adalah menara setinggi sekitar 36 meter dimana kita bisa naik ke atas dan melihat pemandangan Batam dari ketinggian.

20170323_161240
Komplek pertokoan di undakan paling bawah
20170323_161228
Tangga menuju undakan kedua. Di sebelah kanan terdapat minimarket
20170323_154809
Kafe dengan taman di undakan kedua
20170323_154847
Tangga menuju ruang utama masjid. Pintu sebelah kiri menuju tempat wudhu dan ada tangga di dalam menuju ruang utama masjid.
20170323_154804
Tempat penitipan barang dan sepatu/sandal

Di samping kafe terdapat taman kecil yang tertata rapi dan dilengkapi dengan air mancur yang membuat suasana semakin sejuk. Segera saya menaruh sandal dan menuju tempat wudhu yang kondisinya sangat bagus dan bersih. Belum pernah saya melihat tempat wudhu masjid sebagus ini.

20170323_154600

20170323_154625

Kemudian saya naik ke ruang sholat. Ruangan sholat terlihat indah dengan desain yang simpel. Pencahayaan lampu dilangit-langitnya bagus dan ada lampu warna kuning dengan bentuk lafal Allah, indah banget. Alas sholat berupa karpet empuk warna biru tua dipadu warna kuning sebagai pembatas antar shaf. Yang agak mengganjal dalam hati saya, ternyata ruang sholat masjid ini tidak terlalu besar dan hanya 1 lantai saja. Ruang sholat hanya berukuran sekitar 30 x 20 meter dan itupun dibagi untuk jamaah pria dan wanita serta sebagian untuk ruang kantor.

20170323_154114

20170323_154257

Sholat Ashar diikuti oleh cukup banyak jamaah. Untuk jamaah pria sekitar 100-an orang. Selesai sholat saya sempat berbicang-bincang dengan seorang pengurus masjid dan mendapat informasi kalau masjid ini nantinya akan dibangun 4 lantai. Lantai yang sekarang digunakan sebagai ruang sholat ini nantinya untuk ruang pertemuan, dan untuk sholat ada di lantai atasnya. Oh pantes, apa yang mengganjal dalam pikiran sayapun terjawab. Apa yang dikatakan petugas tersebut selaras dengan keterangan di website masjid ini. Disitu disebutkan bahwa lantai pertama untuk ruang serba guna, lantai kedua dan ketiga untuk ruang utama masjid dan lantai keempat untuk kantor dan ruang pertemuan. Disebutkan pula bahwa kapasitas masjid saat ini adalah 900 orang.

Keluar dari masjid, saya menuju ke lift untuk naik ke atas menara yang terletak disamping kafe. Dari bawah terlihat menara ini bagian atasnya mirip menara ATC bandara. Untuk naik ke atas kita harus membayar tiket yang disebut “tiket infaq” sebesar Rp 5.000,- untuk dewasa dan Rp 3.000,- untuk anak-anak. Lift berukuran kecil, mungkin kapasitasnya hanya sekitar 5 orang saja. Ada 4 tombol yaitu G, 1, 2 dan 3. Tombol 1 akan mengantar kita ke ruang sholat dan perpustakaan yang dilengkapi internet, sayang saya tidak sempat ke perpustakaannya. Tombol 2 ke lantai atap dan tombol 3 ke ruang pandang di puncak menara.

20170323_152215

20170402_174517-1200x1600

20170323_154936

20170323_155015

Saya memencet tombol 3 dan sesaat  kemudian sampai di puncak Menara Jabal Arafah. Akhirnya bisa juga naik ke menara sebuah masjid, setelah selalu tidak sempat untuk bisa naik ke Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang. Di atas terdapat ruangan kaca dengan ukuran sekitar  6 x 6 meter yang nyaman karena dilengkapi AC. Terdapat meja dan kursi yang mengelilingi ruangan dan disediakan pula 4 buah teropong, yang entah karena saya tidak bisa memakai atau memang rusak, teropong tersebut tidak bisa saya pakai.

20170323_155054

20170323_155445
Peraturan untuk pengunjung menara
20170323_155242
Foto masjid dari atas

Dari atas sini kita bisa melihat Batam dari ketinggian terutama kawasan Nagoya dan sekitarnya. Yang menarik bagi saya adalah rasa penasaran ingin melihat negara tetangga, Singapura tapi ternyata tidak terlihat karena tertutup awan atau kabut atau asap atau apa itu namanya. Hanya terlihat sedikit siluet samar-samar gedung pencakar langit disana dengan kapal-kapal yang ada di Selat Malaka.

Dari ruangan ini kita masih bisa naik lagi ke atas melalui tangga darurat. Ruangan diatasnya adalah ruang mesin lift, tetapi masih ada ruang dikelilingnya berupa ruangan terbuka dengan pagar setinggi 1,5 meter sehingga cukup aman. Angin disini cukup kencang, namun keuntungannya jika mengambil foto disini hasilnya bisa lebih jelas karena tidak terhalang kaca. Sebenarnya masih ada 1 lantai lagi yaitu lantai atap, namun tangga menuju kesana ditutup, nampaknya lantai tersebut tidak terbuka untuk umum.

20170323_155626
Foto dari dalam ruangan kaca
20170323_160043
Foto dari ruang terbuka tepat ke arah Singapura

20170323_160124

20170323_160101

20170323_160236
Tangga menuju ruang terbuka
20170323_160219
Tangga ke lantai atap, namun ditutup

Malam kedua dan terakhir di Batam, sudah tidak ada kegiatan lagi. Maka saya putuskan kembali mengunjungi masjid ini, setelah sebelumnya menikmati Sop Ayam Klaten Pak Min di depan hotel, bosan makanan hotel terus.

20170324_192143
Nambah energi ke Masjid Jabal Arafah lagi. Mak nyus…

Suasana malam tidak jauh berbeda dengan siang hari, bahkan menurut saya lebih indah dengan tambahan pencahayaannya.

20170324_202105

20170324_200109

20170324_200133

20170324_200412

20170324_200238

20170324_200309

20170324_200340

Sayapun kembali naik ke atas menara, ingin melihat Batam malam dari atas dan berharap bisa melihat kerlip lampu dari Singapura, tetapi tidak juga bisa terlihat.

20170324_202409

20170324_201532

20170324_200925
View ke arah Singapura

20170324_201101

20170324_201024

Kali ini yang cukup menarik adalah saat akan turun selepas Sholat Isya, mata saya tertuju ke sebuah maket yang terletak di samping tangga menuju tempat wudhu sekaligus pintu keluar. Ya, itu adalah maket Masjid Jabal Arafah. Dalam maket tersebut terlihat seperti apa wujud masjid ini nantinya secara keseluruhan jika sudah terbangun semua. Jika saya bandingkan antara maket dengan yang sudah dibangun, bangunan yang sudah jadi mungkin hanya sekitar 20% saja dari keseluruhan maket, sehingga bentuk masjidnya sekarang belum terlihat. Kalau dilihat bentuk menara di maket dengan yang jadi memang berbeda, tapi perubahan desain pada saat pembangunan itu sih biasa dalam dunia konstruksi.

20170324_200516

20170324_200510

20170324_200525

20170324_200533

Jika seluruh bangunan sudah jadi sesuai maket, pasti masjid ini akan jauh lebih indah dan megah. Kalau anda ke Batam, masjid ini layak menjadi tempat dalam daftar yang harus anda kunjungi. Masjid ini mempunyai website resmi yang isinya cukup lengkap dan informatif di http://masjidjabalarafah.com

Iklan

3 thoughts on “#Trip2Batam (6): Masjid Jabal Arafah

  1. […] Plan B gagal dan beralih ke Plan C dengan bantuan google dengan kata kunci “gramedia batam”. Hasilnya Toko Buku Gramedia ada di BCS Mall. Dimana itu BCS Mall? Naik apa kesananya? Ah itu gampang, saya order Gojek dan ternyata dekat karena tarifnya hanya Rp 4.000,- saja setelah saya Sholat Ashar di Masjid Jabal Arafah yang berada di samping Mall Nagoya Hill. Masjid yang keren…. (baca disini) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s