#Trip2Batam (3): Saya Jadi Paham Mengapa Ojek Online Disukai

Praktis, Aman dan Murah. Itu 3 alasan minimal bagi saya untuk menyukai ojek online berbasis aplikasi. Di Batam ini adalah pertama kali saya menggunakan jasa ojek online, Gojek. Selama ini hanya bisa membaca dan melihat konflik yang melibatkan ojek online dengan ojek biasa dan juga moda angkutan lain. Jadinya bertanya-tanya mengapa ojek online ini banyak menimbulkan konflik di berbagai kota? Dan pertanyaan itupun akhirnya terjawab di Batam.

Gojek Batam
Orderan pertama saya πŸ˜€

Praktis, karena kita tinggal pencet-pencet hape lalu si Gojek menelpon kita untuk memastikan lokasi kita dan nggak lama kemudian si Gojek sudah nongol di depan kita. Ojek biasa? Kita mesti jalan ke pangkalan untuk bisa mendapatkannya.

Aman, karena di aplikasi akan muncul nama si Gojek lengkap dengan fotonya. Ojek biasa? Kita mesti kenalan dulu untuk tahu namanya πŸ˜€

Murah, karena tarifnya sudah jelas berdasarkan jarak tempuh. Dengan bayar tunai saja sudah tergolong murah, apalagi jika membayarnya menggunakan saldo, akan lebih murah lagi. Order pertama saya dengan jarak 2,8 km tarifnya Rp 6.000,-.Ojek biasa? Kita mesti pintar-pintar menawar untuk bisa dapat harga murah. Untuk jarak yang sama mungkin ojek biasa akan meminta tarif minimal Rp 10.000,- Ojek biasa lebih mahal karena dia hanya mengangkut penumpang searah saja, sedangkan ojek online setelah menurunkan penumpang dia bisa saja mendapat order lagi.

Tiga alasan diatas tidak dipunyai oleh ojek biasa sehingga mereka merasa tersaingi yang mengakibatkan pendapatan menurun. Selama di Batam saya menggunakan Gojek sebanyak 5 kali dan hasil dari ngobrol selama perjalanan mulai timbul konflik dengan ojek biasa seperti Gojek tidak diperbolehkan lagi mengambil penumpang di kawasan Mall Nagoya Hill dan pernah ada Gojek yang dikerjar ojek biasa karena mengambil penumpang di dekat pangkalan mereka. Saya sendiri waktu order Gojek mencari lokasi penjemputan yang cukup jauh dari ojek biasa, sedikit khawatir ada apa-apa karena urusan yang menyangkut perut ini sangat sensitif. Semoga di Batam ke depan tetap aman, ojek online dan biasa bisa berjalan beriringan. Rezeki sudah ada yang mengatur kan?

Dari 5 orang Gojek, cukup menarik karena ternyata hanya 1 orang yang dulu mantan ojek biasa sedangkan 3 orang lainnya dulu pernah jadi karyawan namun kontraknya habis, sehingga menjadi Gojek ini mereka lakukan sambil menunggu mendapat pekerjaan baru. Yang 1 orang nggak saya tanya karena kayaknya orangnya pendiam hehehe…

Dari segi kecepatan Gojek datang, sangat cepat rata-rata sekitar 2 menit sudah datang. Hanya orderan pertama saja yang cukup lama sekitar 5 menit karena lokasi hotel tempat saya menginap cukup jauh dari pusat keramaian. So, overall saya cukup puas menggunakan Gojek khususnya layanan Go-Ride. Untuk layanan Gojek lain seperti Go-Food, Go-Mart dan Go Go yang lain saya belum sempat mencobanya. Layanan lain Gojek ini yang pasti akan menambah alasan saya untuk menyukai ojek online. Sayang, di tempat saya tinggal belum ada ojek online….

Iklan

One thought on “#Trip2Batam (3): Saya Jadi Paham Mengapa Ojek Online Disukai

  1. […] Selama perjalanan dari bandara, mata saya tak lepas mengamati letak-letak halte Trans Batam dan juga angkot yang kemungkinan lewat dekat hotel. Kesimpulan saya ada angkot yang lewat jalan depan hotel dan rute angkot tersebut akan melewati halte Trans Batam. Tetapi dengan alasan efisiensi waktu saya menggunakan ojek, dan saya mencoba menggunakan Gojek. Inilah adalah pertama kali saya menggunakan jasa ojek online. (baca disini) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s