Telepon dari Asuransi

aaaa-telp
Ini gambar ilustrasi lho… Sumbernya disini

Saya       : Halo…

Miss X   : Halo, selamat siang, ini benar dengan Bapak Aris?

Saya       : Iya benar, dari mana ya mbak?

Miss X   : Saya Salsa dari Asuransi S*******

Saya       : Siapa mbak?

Miss X   : Saya dari Asuransi S*******

Saya       : Namanya siapa mbak?

Miss X   : Salsa pak…

Saya       : Salsa siapa mbak?

Miss X   : Salsa saja pak…

Saya       : Masa’ nggak ada lengkapnya mbak?

Miss X   : Panggil saja Salsa pak…

Saya       : Oke deh. Nama yang bagus, suara juga merdu. Pasti orangnya cantik juga… Akun instagram-nya apa mbak?

Miss X   : Maaf pak, kami dilarang berhubungan secara pribadi karena pembicaraan ini direkam. Bapak bisa luangkan waktu sebentar?

Saya       : Kenalan dulu lah mbak, masak mau ngobrol belum kenalan

Miss X   : Sekali lagi maaf ya Pak, kami hanya diperkenankan membicarakan urusan pekerjaan saja.

Saya       : Apa salahnya kita berkenalan, kan bisa nambah teman nambah saudara juga… Kalau gitu mbak tutup dulu telponnya habis itu telpon saya pake nomor mbak sendiri.

Miss X   : Maaf pak, saya tidak tahu nomor telepon Bapak.

Saya       : Lha ini kok bisa nelepon saya?

Miss X   : Sudah ada operator yang menghubungkan, saya tinggal bicara saya Pak. Jadi bisa saya minta waktu Bapak sebentar?

Saya       : Mbak bisa tahu nama dan nomor telepon saya dari mana mbak?

Miss X   : Itu manajemen yang tahu pak, saya hanya bertugas berbicara saja dengan Bapak. Gimana Pak, bisa saya minta waktu Bapak?

Saya       : Ya itu tadi mbak, kenalan dulu lah biar kita lebih enak ngobrolnya.

Miss X   : Baik kalau begitu pak, maaf telah mengganggu waktu bapak….

Tut… tut… tut… Terputuslah sambungan telepon. Itu adalah sebuah percakapan saya siang kemarin dengan seorang penelpon yang mengaku dari sebuah perusahaan asuransi. Ini ada kedua kalinya dalam seminggu ini saya mendapat telepon serupa dari 2 perusahaan asuransi yang berbeda.

Saya sudah beberapa kali mendapat telepon seperti ini dan sekarang saya menanggapi telpon-telpon tersebut dengan percakapan nggak penting seperti diatas. Saya malas menanggapi telepon dengan serius karena pengalaman ibunya Nashwa pernah mendapat telepon serupa dan alhasil rekening tabungan dipotong otomatis hanya karena mengiyakan dalam percakapan tersebut ketika si penelepon menawarkan produknya. Saya nggak suka cara ini!

Asuransi untuk perlindungan diri memang penting, dan saya juga sudah mengikuti program asuransi. Yang jadi pertanyaan apakah cara seperti ini memang legal? Bagaimana pengawasan oleh pihak berwenang misalnya OJK? Perusahaan asuransi pastilah mempunyai kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia dengan pegawai-pegawainya. Mengapa pegawai tersebut tidak datang langsung saja untuk menawarkan produknya biar konsumen lebih jelas. Lha ini hanya modal rekaman pembicaraan telpon tanpa ada tanda tangan kontrak, main potong saldo tabungan seenaknya.

Yang saya tidak suka lagi adalah, bagaimana perusahaan asuransi tersebut mendapatkan nomor telepon saya dan mengetahui nama saya. Dugaan saya mereka mendapat data dari bank. Nah, apakah membocorkan data nasabah ke perusahaan asuransi ini juga dibenarkan?

Saran saja, kalo menerima telepon dari perusahaan asuransi nggak usah ditanggapi, bilang saja sedang sibuk atau apalah trus tutup teleponnya. Tapi kalau mau lebih asyik dan sedang ada waktu luang ya diajak ngobrol ngalor ngidul nggak jelas seperti saya….

Iklan

3 thoughts on “Telepon dari Asuransi

  1. beberapa kali terima telpon kayak gini dan males ngomongnya, eh… jenengan malah kreatif banget jawab telponnya hehe.. boleh nih idenya, perusahaan telemarketing memotong saldo dr persetujuan lewat telpon, makanya mereka direkam.. sebenarnya heran juga kenapa bisa kayak gini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s