Bandara Muara Bungo

Bandara Muara Bungo terletak di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Ini merupakan bandara ketiga yang ada di Provinsi Jambi setelah Bandara Sultan Thaha Syaifuddin di Kota Jambi dan Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci. Berjarak kurang lebih 12 km dari pusat kota Muara Bungo, ibu kota Kabupaten Bungo.

Begitu sampai kesan pertama adalah bandara ini gersang sekali, minim tanaman mulai dari jalan masuk sampai ke gedung terminal. Banyak tanah di aspal jalan, sepertinya got yang kurang berfungsi maksimal. Dimaklumi karena masih baru jadi mungkin yang prioritas dulu untuk penerbangan yang diutamakan. Sampai di gedung terminal kebersihannya oke, terjaga dengan dengan baik bahkan di telolet toiletnya sekalipun. Fasilitas umum seperti mushola juga tersedia walapun kecil.

1

Bandara ini mulai dibangun bertahap sejak tahun 2006 dengan panjang landasan pacu 1.350 meter dan kini telah menjadi 1.800 meter dan akan terus ditambah lagi. Saat ini pesawat terbesar yang bisa beroperasi disini adalah Boeing 737-500. Bandara ini diresmikan pada tahun 2014 bersama 5 bandara lain di Sumatera oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang dipusatkan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara.

Meskipun begitu, sejak tahun 2012 bandara ini telah mulai beroperasi dengan rute perintis oleh Susi Air ke Jambi dan Bengkulu serta penerbangan komersial ke Jakarta oleh maskapai Aviastar. Namun sejak akhir 2015, penerbangan Aviastar berhenti dikarenakan konon karena Aviastar tidak bisa memenuhi syarat minimal kepemilikan pesawat sesuai aturan pemerintah. Penerbangan perintis juga sudah tidak beroperasi, sehingga tidak ada penerbangan di bandara ini.

Setelah sempat vakum lebih dari setengah tahun, pada Bulan Juli 2016 Sriwijaya Air masuk dengan membuka rute ke Jakarta (Soekarno Hatta) dengan frekuensi 4 kali seminggu, yaitu hari Selasa, Kamis, Jum’at dan Minggu. Beberapa waktu yang lalu ada berita kalau tahun 2017 nanti frekuensi akan ditambah menjadi setiap hari. Ada kabar juga kalau Garuda Indonesia dan Wings Air juga tertarik membuka rute ke Muara Bungo.

Adanya Bandara Muara Bungo ini sangat membantu masyarakat di Kabupaten Bungo dan kabupaten-kabupaten disekitarnya karena tidak harus menempuh perjalanan darat yang lama jika akan terbang dari Jambi. Rumah saya ke bandara di Jambi harus ditempuh 5 hingga 6 jam perjalanan darat. Jika ke Bandara Muara Bungo “hanya” perlu waktu 2,5 jam saja. Meskipun begitu, akses angkutan umum lebih mudah ke Jambi karena banyak travel yang akan mengantar sampai bandara di Jambi. Sedangkan ke Bandara Muara Bungo hanya ada kendaraan angkutan umum sampai ke pusat kota Muara Bungo.

Semoga Bandara Muara Bungo ini cepat dikembangkan lagi terutama panjang landasan pacunya, sehingga banyak maskapai yang masuk. Dengan begitu akan banyak pilihan dan harga tiket bisa lebih murah lagi karena beberapa kali membandingkan harga ke tiket Sriwijaya Air lebih mahal di Muara Bungo dibandingkan dengan di Jambi.

1a

1aa

1b
Selasar penghubung antara parkir dengan gedung terminal

1c

2

5

bungooooo

7
Konter Sriwijaya Air, satu-satunya maskapai yang beroperasi
8
Pintu keberangkatan
9
Pintu kedatangan
10
Satu-satunya tempat makan yang tersedia
12
Lesehan sambil makan bareng. Yang berangkat paling-paling 2 orang, yang ngantar se-RT 😀

20161227_143600-800x600

20161227_144321-800x600
Musholla, tidak ada pemisah antara pria dan wanita

20161227_144330-800x600

20161227_143949-800x600

20161227_143931-800x600

20161227_154454-800x600

20161227_151042-800x600

20161227_151032-800x600
Lahan disekitarnya masih sangat luas, memungkinkan pengembangan dengan mudah.
20161227_145722-800x600
Tower ATC dikejauhan
13
Prasasti peresmian
14
Papan promosi wisata Geopark di Kabupaten Merangin. Sekitar 70 km dari Bandara Muara Bungo.

Maaf nggak ada foto dalam gedung, karena saya cuma ngantar saja dan juga tidak ada gambar pesawatnya karena delay 2 jam, jadinya saya pulang duluan 😀

Update

Seminggu setelah mengantar, saya kembali ke Bandara Muara Bungo untuk menjemput dan akhirnya saya berhasil mendapatkan gambar pesawat Sriwijaya Air. Yang mendarat kali ini registrasinya PK-CLE.

dsc07851

dsc07852

dsc07853

dsc07861

dsc07856

Ada beberapa catatan dari “kunjungan” kedua kali ini. Jika diawal tulisan saya memuji kebersihan bandara ini, kali ini saya mendapatkan pemandangan yang cukup menyedihkan. Ketika para penumpang sudah masuk ke ruang tunggu dan para pengantar membubarkan diri, sampah bertebaran dimana-mana, padahal cukup banyak tersedia tempat sampah.

20170104_163951-800x600

20170104_164045-800x600

20170104_165717-800x600
Ini yang paling ironis…. Sampah disamping tempat sampah.

Itu belum seberapa, ada cerita yang lebih menyedihkan dari toilet wanita. Di toilet hanya tersedia kloset duduk dan ada yang tidak bisa buang air kecil di kloset duduk, alhasil ada yang pipis di lantai. Yang semakin menyedihkan, tinggi lantai antara ruang WC dengan bagian luar sejajar sehingga air seninya meleber kemana-mana. Dan tidak ada petugas kebersihan yang stand by di toilet. Orang-orang itu datang dari planet mana ya?

Catatan lain adalah ketinggian antara aspal di bagian drop off dengan lantai gedung terminal sekitar 5 cm sehingga bagi yang membawa koper dan troli agak susah untuk membawanya. Di depan pintu kedatangan dan keberangkatan hanya dikasih bagian landai dari seadanya, yang hanya cukup dilalui 1 troli saja.

20170110_150141-800x600

20170110_150245-800x600

Tambahan juga, kalo selama musim liburan akhir tahun kemarin, Sriwijaya mengadakan penerbangan tambahan mulai tanggal 10 Desember 2016 sampai 8 Januari 2017, sehingga penerbangan menjadi setiap hari. Semoga penerbangan reguler menjadi setiap hari.

20170104_164026-600x800

Sekali lagi maaf nggak ada foto dalam gedung terminal. Btw, foto-foto lebih lengkap bisa dilihat disini 😀

Iklan

11 thoughts on “Bandara Muara Bungo

  1. bukan mahal lagi mas, tapi mencekik hehehe… saya belum pernah naik pesawat dari/ke bungo, seringnya lewat jambi, pernah sekali lewat linggau waktu bandara jambi tutup karena asap 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s