Jalan-Jalan Mudik Lebaran 2016 (4): Demak – Kudus

Demak, sebuah daerah di pesisir pantura Jawa merupakan tanah kelahiran bapak saya. Desa tempat kelahiran bapak saya walaupun masuk wilayah Kabupaten Demak, tapi sejak kecil bapak mengenalkan saya dengan menyebut “Mbah Kudus”. Lho kok gitu? Ya rumah di Demak ini berada di pinggir Sungai Wulan yang membatasi wilayah Demak dan Kudus, jadi orang-orang disini aktifitasnya lebih banyak ke Kudus dibanding ke Demak, semisal ke pasar, sekolah, berobat, dsb. Tinggal nyebrang sungai sudah sampai ke Kudus, hanya sekitar 15 menit sudah sampai pusat kota kudus. Bandingkan dengan ke pusat kota Demak yang membutuhkan waktu paling tidak 30 menit.

Setelah malam sebelumnya kurang tidur karena baru pulang dari Solo, harus bangun pagi-pagi untuk bersiap ke Demak. Sekitar jam setengah 8 kami berangkat berenam, yaitu dengan mbah kung dan om serta buliknya Nashwa menggunakan mobil omnya Nashwa.

Dari Wates melalui jalan alternatif Wates – Magelang melalui Kalibawang, Mungkid dan bertemu jalan utama Jogja – Magelang di Blondo. Bayangan saya jalan pasti akan macet karena lebaran gini. Jogja – Semarang yang waktu normal sekitar 3 jam, bisa ditempuh 2 kali lipatnya. Jadi ya pasrah saja nggak terlalu mengejar waktu padahal pengennya bisa Sholat Jum’at di Masjid Agung Demak. Di ruas Magelang hingga Secang, lalu lintas padat tapi untuk ukuran lebaran ini tergolong lancar. Hanya tersendat di lampu merah atau putara-putaran jalan saja.

Dan selepas Secang lalu lintas lancar, surprise nih lebaran gini lancar, pada capek apa ya pemudik karena terjebak di Brexit jadinya pada diem saja di rumah hehehe.. Jalur nostalgia ini, dulu waktu kuliah di Semarang kalau pulang lewatnya kan sini. Ruas antara Secang sampai Ambarawa meski sudah cukup banyak berubah seperti pelebaran jalan di beberapa lokasi, tapi di daerah yang berkelok-kelok masih saja sama seperti dulu, sempit jalannya. Yang berbeda ya di Ambarawa sudah ada jalan lingkar jadi ya terbebas dari macet yang biasanya terjadi setiap saat di depan pasar Ambarawa.

Antara Bawen dan Semarang sudah ada jalan tol jadi ya semakin mudah, ini pertama kalinya saya melintas di jalan tol ini, konon pemandangannya indah dan memang benar. Melihat jam, kalau di jalan tol nanti lancar, bisa nih Sholat Jum’at di Demak. Di Jalan tol ini kembali e-money saya berguna lagi. Di Gerbang Tol Bawen dan Gerbang Tol lainnya loket pembayaran tunai terlihat antriannya cukup panjang, sedang loket GTO hanya 2 atau 3 mobil saja, bisa mempercepat perjalanan. E-money memang praktis tinggal tempel selesai, nggak perlu nyiapkan uang pas atau kalau nggak ada mesti nunggu uang kembalian. Jalan tol lancar jaya, semakin optimis bisa Sholat Jum’at di Demak. Baca berita kalau di Kaligawe sering terendam banjir rob, oleh karena itu saya putusnya keluar di pintu tol Gayamsari untuk selanjutnya, melalui Pedurungan dan Genuk untuk ketemu dengan jalur pantura.

Wus… sampailah kami di Masjid Agung Demak pas Adzan dikumandangkan, tapi masjidnya sudah penuh. Kami hanya dapat di selasar antara tempat wudhu dengan masjid beralaskan koran bekas yang banyak dijual. Selepas sholat kami meluncur kembali menuju tempat tujuan yang sudah sekitar 10 tahun saya tidak pernah saya kunjungi.

20160708_131248

20160708_130232

20160708_130253

Seperti yang saya tulis diawal kalau tempat ini lebih dekat ke Kudus, sejak jalan pantura diberi median jalan, untuk masuk ke jalan arah rumah budhe saya, kendaraan harus memutar dulu di wilayah Kudus, tepatnya disamping terminal bis Kudus. Karena sekalian memutar disitu, kami sekalian beli oleh-oleh yang banyak terdapat disitu, yaitu Jenang Kudus. Belum sampai sudah beli oleh-oleh untuk pulang hehehe….

Tempat ini sudah banyak berubah, rumah-rumah khas Demak sudah mulai hilang berganti dengan bangunan baru yang lebih modern, tinggal beberapa saja yang masih tersisa termasuk rumah almarhum mbah saya. Tempat bermalam saya kali ini di rumah budhe alias kakaknya bapak dan baru malamnya ke rumah almarhum mbah saya di lain desa yang sekarang ditempati saudara.

20160708_172441
Di depan rumah budhe saya
20160708_172241
Di atas tanggul Sungai Wulan

Setelah magrib kami ke rumah tempat bapak saya dulu dilahirkan, rumahnya masih asli khas Demak, tapi karena kesananya sudah gelap jadinya nggak bisa mengabadikan gambarnya dari luar Lumayan capek sih nyetir, apalagi sehari sebelumnya dari Solo juga, tapi bapak mengajak jalan-jalan ke Kudus, katanya biar Nashwa tahu. Bapak meskipun sudah sepuh, masih semangat kalau jalan-jalan. Bahkan bapak bilang sebenarnya pengen ngajak juga ke Jepara kalau ada waktunya.

20160708_192002
Rumah tempat mbak Kungnya Nashwa dilahirkan
20160708_193620
Tiang dengan ornamen khas. Dari saya kecil dulu kesini, masih sama seperti ini, wow awet banget.

Selepas Sholat Isya kami berangkat, tujuan utamanya adalah komples Masjid Menara Kudus. Sebelumnya kami mampir sebentar di gerbang megah penanda masuk wilayah Kudus yang berada tepat di tengah-tengah jalur pantura. Banyak yang selfie-selfie disitu apalagi malam hari karena ada permainan cahaya, jadi terlihat lebih bagus pada malam hari dibandingkan siang hari tadi.

20160708_195632
Nashwa bersama Mbah Kung

20160708_205803

20160708_205814

Lanjut perjalanan ke Masjid Menara Kudus yang juga satu kompleks dengan makam Sunan Kudus. Aktifitas disini bisa dibilang 24 jam selalu penuh dengan peziarah. Dan benar, di luar dan dalam kompleks makam penuh dengan orang terutama di sekeliling makam Sunan Kudus, terlihat mereka baca sesuatu. Baca apa sih mereka? Nggak tahu ah…. Kalau kami sih hanya jalan muter saja trus keluar, udah selesai. Saya lebih tertarik melihat keindahan bangunan kuno ini. Setelah dirasa cukup kami kembali pulang untuk istirahat, sudah terlihat pada capek dan mengantuk termasuk saya.

Iklan

5 thoughts on “Jalan-Jalan Mudik Lebaran 2016 (4): Demak – Kudus

    • Bukan mas, itu posisinya ada tengah-tengah (median) jalan pantura. Emang dekat jembatan, kalo dari arah Semarang lokasinya persis setelah jembatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s