Ke Candi Muara Jambi

Kalo membicarakan candi di Indonesia, yang paling terkenal mungkin Borobudur dan juga Prambanan. Selain itu ada juga Gedong Songo, Ratu Boko, Mendut, Kalasan dan lain-lain. Dan itu semua ada di Jawa Tengah dan DIY. Nah di Sumatera khususnya di Jambi ada juga candi yang bernama Candi Muara Jambi. Dari beberapa referensi yang saya baca, ini merupakan kompleks candi terluas di Indonesia, bahkan ada yang menyebut se-Asia Tenggara.

Berawal dari Buku Atlas yang Nashwa beli, disitu ada gambar tentang Candi Muara Jambi, nah dia kemudian mengajak untuk mengunjunginya. Hari gini mengunjungi  tempat yang belum pernah dikunjungi bukan sesuatu yang membingungkan, ada mbah Google yang bisa kita mintai tolong dan yang jelas ada GPS, tinggal kita ikuti dan sampai deh…

Dari pusat Kota Jambi jaraknya lebih kurang sekitar 20 km dengan kondisi jalan yang bagus. Sampai di sana pukul 2 siang setelah membeli tiket masuk tiga ribu rupiah untuk dewasa dan dua ribu untuk anak-anak langsung disambut penyedia jasa becak motor yang menawarkan jasa untuk mengantar sampai ke dekat kompleks candi. Alternatif lain bisa menyewa sepeda yang banyak tersedia disana. Dengan pertimbangan waktu yang sudah siang dan sudah cukup lelah setelah berkendara selama 7 jam dan berdasarkan pengalaman seperti di Borobudur dan Prambanan yang jarak antara pintu gerbang dengan candi yang jauh, maka pilihan jatuh ke becak motor. Ongkosnya 10 ribu dan ternyata jaraknya dekat, sekitar 200 meter sudah sampai ke kompleks candinya, tau gitu tadi jalan saja… Dari pintu gerbang ke dalam kompleks candi bukan lokasi steril tetapi masih ada rumah penduduk di kanan kirinya.

20151222_145942

Sampai di kompleks candi terlihat pengunjung tidak begitu ramai mungkin karena hari kerja meskipun anak-anak sekolah sudah libur. Nampak hamparan beberapa kompleks candi, dengan dua candi yang berukuran besar dan menonjol dibandingkan dengan yang lain. Berbeda dengan candi Borobudur atau Prambanan yang menggunakan batu kali, candi ini menggunakan batu bata. Candi yang pertama kami kunjungi namanya Candi Tinggi. Candi ini mempunyai tangga yang bisa kita panjat ke atasnya seperti di Prambanan atau Borobudur.

20151222_143136

20151222_143211

20151222_143531
Ini dia yang punya ide kesini.

Kemudian candi kedua yang kami kunjungi adalah Candi Gumpung, berbeda dengan Candi Tinggi, candi ini hanya ada tiga anak tangga menuju ke sebuah pintu yang ternyata buntu. Nggak paham kenapa bentuknya seperti ini. Apakah di dalam ada ruangan dan bagaimana akses ke dalam?

20151222_144138

20151222_144747

20151222_144614

20151222_143551

Selain dua candi tersebut, ada banyak terlihat candi yang berukuran kecil dan juga hanya tinggal sebagian alias tidak sempurna lagi. Sempat ngobrol dengan seorang penjual di sana, sebenarnya ada belasan candi dibalik rimbunnya pepohonan. Memang tadi kurang lebih 2 km sebelum sampai disini, terlihat ada sebuah candi lain yang namanya kalau tidak salah Candi Gedong. Karena keterbatasan waktu kami tidak sempat menjelajah lebih jauh lagi dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang kami mampir ke museum yang ada disitu. Berikut koleksi yang ada di museum itu.

20151222_145456

20151222_145523

Kompleks candi ini jika dikelola bisa menjadi destinasi wisata yang menarik karena jarak yang tidak begitu jauh dari pusat kota Jambi dengan kondisi jalan yang bagus tetapi sayang seribu sayang nggak ada angkutan umum kesini. Cara satu-satunya kesana ya pakai kendaraan pribadi atau taksi rental dan semacamnya. Untuk solusi pemerintah bisa menyediakan shuttle bus dari Kota Jambi minimal pada hari minggu dan libur sehingga masyarakat akan mudah untuk berkunjung ke sana. Pernah baca sebuah blog, ada yang berkunjung kesana dia menumpang truk dan itupun harus ditambah jalan kaki sejauh kurang lebih 4 km dari jalan utama yang dilalui truk tersebut. Kekurangan lain, perawatan kompleks candi kurang maksimal mungkin karena pengelolaannya yang belum profesional seperti Borobudur. Untuk kebersihan sudah sangat bagus dan rumput dipotong dengan rapi. Cuma yang agak mengganggu, jalan setapak untuk jalan pengunjung sudah rusak, banyak yang retak sehingga kurang nyaman untuk berjalan kaki. Selain itu tangga kayu untuk akses melompati pagar candi juga sudah rusak pagarnya, dan juga kayunya lapuk.

20151222_143917

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s