Dakon

Dakon
Asik main dakon…

Dakon. Tau dong permainan tradisional yang satu ini, jadi nggak perlu ya saya jelaskan lagi bagaimana cara bermainnya. Lebih dua minggu terakhir ini, anak saya Nashwa seneng bingit main dakon. Benda ini sebenarnya sudah lama dibeli, waktu dia umur sekitar 3 tahun, belinya di Gembira Loka. Waktu keluar dari dalam Gembira Loka kan banyak kios-kios yang menjual mainan, nah waktu lihat dakon dia minta dibelikan.


Tapi waktu itu karena dia masih kecil, dia belum mudeng cara bermain dakon. Alhasil dakon itu selama ini hanya jadi benda untuk pasaran saja dan biji-bijinya sudah hilang entah kemana. Nggak tau kenapa, Nashwa sekarang lagi senang-senangnya main dakon dan akhirnya dakon itu dapat berfungsi sebagai mana mestinya dia dibuat. Karena biji dakon sudah lenyap, maka diganti pakai biji manik-manik.

Nah, partner main dakon itu adalah saya. Pagi-pagi setelah sholat Subuh dia pasti minta main paling nggak sekali sebelum saya siap-siap pergi kerja. Sore saya sampai rumahpun langsung diajak main. Dan malam hari pun masih main lagi.

Ya bagi saya bagus sih dia mau main mainan tradisional seperti dakon ini daripada main game di hape. Saat ini permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan, kalah oleh permainan modern macam Play Station, game online maupun game-game di hape yang jumlahnya amat sangat banyak dan mudah untuk kita dapatkan dan lagi game-game itu memang menarik. Bahkan anak-anak kecilpun sudah pandai bermain game di hape.

Waktu saya kecil dulu permainan tradisional adalah hiburan yang kegiatan yang sangat menyenangkan. Ya kerena waktu itu nggak ada hiburan lain, jangankan hape, televisi waktu itu hanya ada TVRI yang acaranya kurang menarik. So, bermain bersama teman-teman adalah saat-saat yang sangat seru. Permainan tradisional yang masih saya ingat antara lain gobak sodor, sekongan, danabe, dan lainnya yang sudah nggak ingat lagi namanya. Di tempat lain mungkin namanya beda lho…

Ah jadi ingat masa kecil dulu….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s